SELAMAT DATANG

Senin, 11 Februari 2013


Bulan muharram adalah bulan yang mulia dan terpuji, ia dijadikan permulaan bulan dalam Islam.  Rasulullah menyebutnya sebagai bulan Allah.  Oleh sebab itu dalam menyongsong datangnya tahun baru hijriyah ini mari kita tingkatkan amal kebaikan kita. Kholifah umar bin khattab menetapkan bulan muharrom ini sebagai awal bulan hijriyah agar umat Islam senantiasa mengenang sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi pada masa rasulullah yaitu hijrah nabi dari kota mekkah ke kota yatsrib (madinah saat ini), beliau rela meninggalkan rumah, harta serta keluarga untuk mencari kemudahan dalam menegakkan agama Islam. Sehingga setiap kali kedatangan tahun baru hijriyah umat Islam tergugah dan semakin menyadari bahwa di atas pundaknya beban yang berat dalam rangka memperjuangkan agama Islam.
Hal ini penting bagi kita sebagai umat Islam karena kalau bukan umat Islam sendiri siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam..? sudah merupakan kepastian yang tidak bisa kita pungkiri bahwa orang-orang di luar Islam tidak mungkin mau memperjuangkan Islam bahkan mereka berusaha merongrong agar Islam segera lenyap dari permukaan bumi.
Allah berfirman dalam alquran surah albaqarah ayat 120  yang artinya : “orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela, tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka....”.
Jadi, kalau kita perhatikan ayat di atas, maka jelaslah bahwa orang-orang di luar Islam selalu berusaha untuk menghancurkan agama Islam agar Islam ini segera lenyap dari permukaan bumi, sehingga kalau Islam sudah hancur maka mereka bisa leluasa mempengaruhi manusia untuk memeluk agama mereka. Dengan datangnya tahun baru hijriyah ini marilah kita hijrah, kita pindah, kita bangkitkan kembali semangat juang kita untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya agama Islam di muka bumi ini.
Untuk lebih membangkitkan semangat kita dalam menyambut serta menyikapi tahun baru hijriyah ini, marilah kita ingat kembali sejarah hijrah nabi Muhammad Saw. Yang membuahkan hasil yang gemilang, membuahkan hasil yang bisa kita rasakan sampai saat ini walaupun itu penuh dengan bahaya..
Peristiwa hijrah nabi Muhammad Saw dari mekkah ke madinah dilatar belakangi oleh tekanan-tekanan kaum kafir Quraisy yang senantiasa mengancam diri serta pengikut rasulullah. Tekanan itu begitu berat dan sangat membahayakan sehingga akhirnya “atas perintah Allah Swt” nabi Muhammad memutuskan untuk hijrah(pindah) dari kota mekkah ke kota madinah.
Ketika  rencana beliau untuk hijrah ke madinah secara diam-diam terdengar oleh kaum kafir Quraisy, maka kemarahan mereka semakin menjadi-jadi sehingga mereka mengadakan penjagaan yang ketat terhadap beliau, pada waktu itu rasulullah sedang berada di rumah sayyidina Ali r.a. sehingga rumah itu dikepung oleh kaum kafir Quraisy sapami tidak ada cela untuk dijadikan jalan untuk meloloskan diri..
Walaupun mereka sudah berkumpul untuk membunuh rasulullah, Namun kekuatan Allah berada di atas kekuatan mereka. Sehingga pada waktu itu juga datanglah pertolongan Allah kepada Rasulullah maka pada seketika itu juga mereka (kaum kafir Quraisy) yang berjaga, mengepung rumah sayyidina Ali, mereka pada tertidur semua dan dengan mudah nabi Muhammad Saw keluar, meninggalkan mereka dalam keadaan tidur pulas..
Subhanallah, seandainya rasulullah punya sifat dengki, punya sifat balas dendam tentunya semua orang yang sedang mengepung rumah itu dibunuhlah satu persatu tetapi rasulullah tidak punya sifat seperti itu, rasulullah bukanlah pedendam, sehingga rasulullah membiarkan mereka dalam keadaan tidur dengan harapan di kemudian hari mereka mau menerima nabi dan bersedia masuk agama Islam..
Itulah sedikit gambaran tentang perjuangan rasulullah, sejarah awal hijrah beliau dari kota mekkah menuju kota madinah, dan setelah Rasulullah berada di kota madinah maka Islam mulai tumbuh, berkembang dan menyebar ke seluruh jazirah arab. peristiwa itu terjadi pada bulan muharram, karena itulah sayyidina Umar menetapkan bulan itu sebagai awal bulan hijriyah, bulain Islam yang berdasarkan perputaran bulan agar setiap kali kedatangan tahun baru hijriyah umat Islam tergugah dan semakin menyadari bahwa di atas pundaknya beban yang berat dalam rangka memperjuangkan agama Islam.
Di samping kita meningkatkan semangat juang kita terhadap Islam, maka tidak kalah pentingnya terlebih dahulu kita mengureksi diri, kita menoleh pada masa lalu kita, sudah seberapa banyak waktu yang kita gunakan untuk kebaikan, sudah berapa banyak amal yang kita siapkan sebagai bekal kita menuju akhirat, seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini di mana besok kita pasti diminta pertanggung jawaban. Sehingga dengan adanya muhasabah ya’ni koreksi diri kita bisa memperbaiki diri dan selalu meningkatkan kualitas diri kita di hadapan Allah swt.
Kalu kemarin kita belum maksimal bahkan minim waktu yang kita pergunakan untuk islam, untuk melaksanakan perintah Allah serta menjahui larangan_Nya, maka mulai sekarang mari’lah kita azamkan, kita berjanji pada diri kita untuk merubah diri menjadi muslim yang kaaffah, yang senantiasa melaksanakan perintah AllAH serta meninggalkan larangan_Nya kapanpun dan di manapun kita berada. Inilah arti hijrah yang sebenarnya..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites